SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENJUALAN DENGAN E COMMERCE PADA SANTRI PONDOK PESANTREN QURO BILAL

Memiliki jiwa kewirausahaan merupakan bagian dari anjuran agama Islam dan salah satu jiwa entrepreneur yang diajarkan dalam Islam diantaranya adalah berdagang, sehingga Islam sangat mendorong umatnya untuk melaksanakan kegiatan bisnis dan menjadi seorang wirausahawan karena hal ini merupakan suatu kegiatan yang mampu mendatangkan manfaat bagi banyak orang serta bisa menciptakan kemandirian umat.

Ciri khas pesantren adalah pengajaran tentang kemandirian kepada semua santrinya. Kemandirian juga merupakan penanaman awal dari pendidikan kewirausahaan di pondok pesantren. Selain mendidik santri dengan pengetahuan agama dan umum, pesantren juga perlu membekali para santrinya dengan pendidikan kewirausahaan sebagai salah satu langkah untuk mencetak santri memiliki mental dan kemandirian secara ekonomi.

Pondok Pesantren Quro Bilal Bin Robah merupakan pondok pesantren Tahfidz yang berada di Depok, Jawa Barat, yang saat ini mengasuh 30 santri. Layaknya pondok pesantren yang berfokus pada mata pelajaran agama, maka diperlukan pengetahuan tambahan yang memperkaya ketrampilan santri agar kelak setelah lulus dari pondok dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang saat ini mengalami perubahan dengan adanya perkembangan teknologi digital, termasuk dalam cara mencari nafkah. Jika suatu saat santri mampu berwirausaha mandiri menghasilkan jasa atau produk, maka diharapkan mereka mampu memasarkan juga dengan menggunakan teknologi informasi yang dikenal dengan e-commerce.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang bertugas dari STIE Muhammadiyah Jakarta, diketuai oleh Viniyati Maftuchach, SE, MM beranggotakan H. Abdul Rohman, LC, MA dan H. Andri Gunawan, S.Pd.I (Hons), M.Phill, melakukan kunjungan langsung ke lokasi, melihat kondisi ponpes serta melakukan komunikasi secara intens dengan pimpinan ponpes untuk memberikan pelatihan e-commerce sehingga pengembangan akses pasar atas produkproduk yang dihasilkan para santri dilakukan bebasis teknologi informasi, sebelum pelatihan diberikan, dilakukan uji pendahuluan (pre-test) untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan dan persepsi e-commerce yang sudah banyak digunakan masyarakat, yakni Shopee, Tokopedia dan Bukalapak. Pelatihan yang berkaitan dengan e-commerce ini dimulai dari membuat akun, sampai memposting barang yang dijual, serta teknis pengambilan dana setelah barang diterima konsumen. Di akhir pelatihan, diuji kembali (post-test) untuk mengetahui adanya perubahan atas pengetahuan ecommerce.
Pengetahuan berupa cara penjualan secara online dengan menggunakan e-commerce ini diharapkan agar para santri setelah lulus dari pondok memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam berniaga dengan menggunakan aplikasi ecommerce yang mudah menjangkau konsumen dari seluruh Indonesia.

__Posted on
24/04/2021
1

One comment on “SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENJUALAN DENGAN E COMMERCE PADA SANTRI PONDOK PESANTREN QURO BILAL”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *